Ketiga Terdakwa Kasus Korupsi Dana Hibah Bawaslu Ogan Ilir ,Sedang menjalani Sidang di Pengadilan negeri Khusus kelas 1A Palembang (06/07/2023)

Bacakan Replik , Jaksa Tetap Pada Tuntutan, Kasus Korupsi Dana Hibah Bawaslu Pilkada Ogan Ilir

Palembang , Sindo Sumsel.com – Jaksa Penuntut Umum Kejari Ogan Ilir membacakan replik atas pledoi tiga tuduhan Aceng Sudrajat, Herman Fikri dan Romi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir, tahun anggaran 2019-2020 pada Badan Pengawas Pemilu.

Replik dibacakan langsung oleh penuntut umum Kejari Ogan Ilir majelis dihadapan hakim yang diketuai Masriati SH MH, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (6/7/2023).

Dalam keterangan repliknya penuntut umum menjelaskan bahwa perbuatan terdakwa Aceng Sudrajat dituntut lebih tinggi selama 5 tahun karena kembali melakukan perbuatan yang sama dalam perkara tindak pidana korupsi.

“Setelah kami menelaah kembali nota pembelaan tuduhan Aceng Sudrajat dan penasehat hukumnya. Bahwa hal-hal yang memberatkan tuduhan sudah pernah dihukum sebagaimana putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang, bahwa pembelaan telah diputus bersalah dalam gugatan tuduhan korupsi dana hibah Bawaslu Muratara. Bahwa setelah melakukan pembelaan pidana korupsi pada dana hibah Bawaslu Muratara dan pernah melarikan diri, bersalah kembali melakukan perbuatan yang sama pada dana hibah Bawaslu Ogan Ilir dan cedera tidak berterus terang serta tidak punya itikad baik mengembalikan uang kerugian negara,” urai JPU Kejari Ogan Ilir saat membacakan replik.

Dalam kesimpulannya, penuntut umum menyatakan bahwa nota pembelaan pidana dan penasehat hukumnya tidak dapat diterima dan penuntut umum tetap pada tuntutan sebagaimana yang telah dibacakan.

Baca :  Spesialis Curanmor Yang Resahkan Warga Plaju Diringkus

Sementara itu gugatan pembelaan terhadap Herman Fikri dan Romi penuntut umum juga tetap pada tuntutan sebelumnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejari Ogan Ilir menuntut Aceng Sudrajat dengan hukuman penjara 5 tahun.

Sedangkan pelaku Romi dituntut pidana selama 4 tahun dan perbuatan bersalah Herman Fikri dituntut 3 tahun penjara.

Seperti diketahui, kasus tersebut bermula saat Bawaslu Ogan Ilir memperoleh dana hibah senilai Rp19.350 miliar yang bersumber dari APBD Ogan Ilir tahun anggaran 2019 dan 2020.

Kemudian, dari hasil penyidikan bahwa dugaan telah terjadi perbuatan membuat pertanggung jawaban fiktif atau mark-up terhadap pengelolaan dana hibah yang dilakukan oleh para denda.

Seperti diketahui, kasus tersebut bermula saat Bawaslu Ogan Ilir memperoleh dana hibah senilai Rp19.350 miliar yang bersumber dari APBD Ogan Ilir tahun anggaran 2019 dan 2020.

Kemudian, dari hasil penyidikan bahwa dugaan telah terjadi perbuatan membuat pertanggungjawaban fiktif atau mark-up terhadap pengelolaan dana hibah

Berdasarkan laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Selatan yang diterima Kejari Ogan Ilir menyatakan, atas perbuatan kejahatan tersebut telah menimbulkan kerugian keuangan negara senilai Rp7.401 miliar. (nan)