Bareng Istri, Pj Bupati Apriyadi Jaga Tradisi Berebut Lemang

SindoSumsel. Com, SUNGAI KERUH- Ratusan warga dari beberapa desa di Kecamatan Sungai Keruh memadati jalanan Desa Kertayu Sungai Keruh, Kamis (3/5/2023) siang.

Berkumpulnya warga tersebut ingin menyambut kedatangan Pj Bupati Apriyadi Mahmud bersama istri Pj Ketua TP PKK Asna Aini Apriyadi yang hadir secara langsung menyemarakkan Sedekah Rami (Bumi) dengan membagikan Lemang.

Tradisi turun temurun sebagai bentuk syukur keberhasilan panen hasil pertanian warga tersebut tidak hanya diramaikan kalangan orang-tua tetapi juga diikuti kalangan remaja hingga anak-anak yang sangat gembira berebut Lemang yang dibagikan Pj Bupati Apriyadi Mahmud.

“Sejak dari menjabat Sekda, Pak Apriyadi ini setiap kita melaksanakan Sedekah Bumi pasti hadir langsung, beliau sangat menjaga tradisi warga Kertayu,” ucap Tarmizi salah satu warga Desa Kertayu.

Ia menceritakan, sedekah bumi identik dengan lemang makanan khas terbuat dari ketan yang dibakar menggunakan bambu.

“Rasanya ada yang masin dan ada juga yang manis, tadi pak Bupati Apriyadi bersama istri Ibu Asna Aini yang membagikan langsung ke masyarakat,” ucapnya.

Baca :  Usai Bedah Rumah Warga, Pj Bupati Apriyadi Hadiri Puncak Harganas ke-30 Bareng Wapres RI

Kepala Desa Kertayu, Ratna Juwita mengatakan kehadiran Bupati Muba Apriyadi Mahmud beserta Ketua TP PKK Muba membuat tradisi Sedekah Rami di Kertayu semarak dan meriah.

“Pak Bupati Apriyadi tahun lalu juga hadir langsung kesini saat Sedekah Bumi, tahun ini juga datang lagi, beliau sangat menjaga dan menghormati tradisi warga di Muba ini,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud menyebutkan, tradisi Sedekah Bumi dengan membagikan Lemang tersebut harus terus dijaga dan dilestarikan. “Supaya anak cucu tetap menjaga tradisi ini, jangan sampai luntur. Apalagi ini sudah turun temurun dilaksanakan,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba ini juga menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi warga Kertayu yang hingga saat ini mampu menjaga tradisi kearifan lokal.

“Terlebih ini salah satu bentuk wujud syukur kepada Yang Maha Kuasa atas keberhasilan panen pertanian warga dan berharap agar selalu terhindar dari musibah dan bencana,” pungkasnya. (Mif)