Senin , 15 April 2024
Ketika terjadi nya insiden pertikaian antara oknum DC dan Aiptu FN di halaman parkir Palembang square

Dihadang 12 Orang DC berujung Penusukan dan Penembakan, Aiptu FN Serahkan Diri Kepolda Sumsel

Palembang, Sindosumsel.com,- Polda Sumatera Selatan secara resmi menyampaikan hasil pemeriksaan sementara kepada Pubilk terhadap Aiptu FN yang telah menembak menggunakan airsoft dan menusuk dua orang debt collector lantaran disebut menunggak cicilan kredit mobil dua tahun.

Kombes Pol Sunarto selaku Kabid Humas Polda Sumatera Selatan menyampaikan bahwa, Aiptu FN nekat menusuk dan menganiaya dua debt collector tersebut lantaran berada dalam posisi terdesak.
Pada saat kejadian berlangsung ada 12 orang yang tak dikenal yang diduga debt collector menghadangnya dan memaksa menyerahkan kunci mobil dengan Kondisi adanya anak dan istri Aiptu FN yang berada di dalam mobil sehingga mengalami Panik dan ketakutan.

12 orang tersebut menggedor kaca mobil dan memaksa meminta kunci mobil, sehingga adanya upaya untuk bagaimana melindungi keluarganya. Aiptu FN membela diri karena diadang 12 orang debt collector,” kata Sunarto saat memberikan keterangan di Palembang, Senin (25/3).

Sunarto menegaskan, tindakan debt collector ini sudah sangat meresahkan masyarakat di mana mereka memaksa merampas dan mengambil objek yang menunggak pembayaran.

Padahal hal tersebut sudah bertentangan dengan hukum yang diatur dalam Undang-undang Jaminan Fidusia.

Baca :  Sayangkan Pembangunan Tol Prabumulih-Muara Enim Batal, Kadin Sumsel Minta Pj Gubernur Sumsel Lobi Ulang

“Mobil diambil paksa dan dirampas. Kemudian, barang-barang yang ada di dalam mobil itu tidak ada kaitannya dengan jual beli dan itu tidak ada jaminan kapan akan dikembalikan. Sudah salah, menimbulkan masalah baru,” tegas Sunarto.

Dengan kejadian ini, Sunarto meminta debt collector agar bertugas sesuai prosedur yang berlaku.

“Terutama tadi pihak finance, yang lainnya (debt collector) untuk bekerja sesuai koridor, bahwa (penarikan) melalui proses pengadilan. Itu adalah utang tidak dengan upaya paksa dan melawan hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sumsel, Kombes Pol Agus Halimudin menambahkan, saat ini status Aiptu FN masih sebagai terduga pelanggar karena masih dalam proses pemeriksaan.”Untuk sangkur itu bukan sangkur dinas, tapi memang yang dijual secara bebas,” ujar Agus.

Agus mengungkapkan, setelah kejadian, Aiptu FN sempat menghilang dan pulang ke rumah orangtuanya di Lubuklinggau untuk menenangkan diri.

Setelah itu, ia pun menyerahkan diri diantarkan keluarganya ke Polda Sumsel.”Sekarang masih terus kami selidiki,” jelasnya. (nan)