Minggu , 24 September 2023
Wakil Gubernur (Wagub) H Mawardi Yahya saat memberikan sambutan pada membukaan  Festival Budaya Melayu bertempat di OPI Mall Palembang, Senin (28/8).
Wakil Gubernur (Wagub) H Mawardi Yahya saat memberikan sambutan pada membukaan  Festival Budaya Melayu bertempat di OPI Mall Palembang, Senin (28/8).

Festival Budaya Melayu Jadi Sarana Bagi  Pemprov Sumsel Pertahankan Kelestarian Budaya dan Kearifan Lokal

SindoSumsel.com, PALEMBANG – Festival Budaya Melayu  yang digelar oleh Pemprov Sumsel merupakan salah satu cara mempertahankan kelestarian budaya dan kearifan lokal. Festival tersebut juga menjadi benteng masuknya budaya luar.

“Terima kasih kepada Disbudpar Sumatera Selatan  yang terus menginisiasi Festival Budaya Melayu sebagai salah satu upaya kita  mempertahankan kearifan lokal  yang ada di Sumsel,” kata Wakil Gubernur (Wagub) H Mawardi Yahya saat memberikan sambutan pada membukaan  Festival Budaya Melayu bertempat di OPI Mall Palembang, Senin (28/8).

Dalam pembukaan Festival Budaya Melayu yang akan berlangsung selama dua hari dari tanggal  28  hingga 29 Agustus 2023  tersebut, Wagub menyebut di tengah  situasi derasnya arus global saat ini, masuknya budaya luar tidak mudah untuk dibendung. Karena itu event Festival Budaya yang bermuatan lokal penting dilakukan sebagai sarana edukasi sekaligus cara melestarikan budaya lokal.

“Melalui festival  budaya melayu seperti ini, minimal kita diingatkan untuk tidak mudah   terpengaruh dengan adat dan budaya luar yang belum tentu cocok dengan karakter dan budaya kita,” tambahnya.

Wagub berharap   festival  itu  juga menjadi sarana penting  dalam memperkenalkan budaya asli Indonesia  kepada generasi muda agar mereka mengetahui begitu banyak adat istiasat  melayu termasuk di tengah masyarakat Sumsel.

Baca :  Herman Deru Paparkan Strategi Sumsel Dalam Turunkan Angka Stunting

“Festival ini menjadi sarana edukasi bagi para  generasi muda bagaimana asal-usul budaya kita ,sehingga ini harus dipertahankan,” terangnya.

Pemprov Sumsel lanjut Wagub  sangat serius dalam mempertahankan budaya lokal melalui diterbitkannya  Peraturan Daerah (Perda) tentang Pelestarian Cagar Budaya.

“Ini salah satu kebijakan Pemprov Sumsel  untuk mempertahankan adat dan budaya di Sumsel,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, H Aufa Syahrizal melaporkan, Festival Budaya Melayu tersebut melibatkan peserta dari berbagai daerah yang  berasal dari rumpun melayu. .

“Kita tau Sumsel begitu banyak adat, budaya dengan keraifan lokal. Semua kearifan lokal bernuansa melayu kita hadirkan. Bahkan kita akan menampilkan kesenian tradisional yang hampir punah salah satunya Dulmuluk,” katanya.

Dia menyebutkan tujuan dilaksanakan Festival Budaya Melayu ini tidak lain untuk memberikan perlindungan dan pengembangan budaya serta mentransfer ilmu kepada generasi muda agar kesenian melayu tetap lestari.

“Kita akan menampilkan berbagai adat melayu seperti tarian, sastra kultur, Dulmuluk dan lagu-lagu bernuansa melayu yang berasal dari sejumlah provinsi di pulau sumatera,” tutupnya. (Mif)