Hanya Karena Kakinya Terinjak Pria di Palembang Ini Tewas Bersimbah Darah
Korban Teguh yang tergeletak bersimbah darah di Jalan Mojopahit 9 akibat luka tikaman.

Hanya Karena Kakinya Terinjak Pria di Palembang Ini Tewas Bersimbah Darah

Palembang,SindoSumsel.com–Hanya karena terinjak kakinya Teguh Wijaya (42) tewas bersimbah darah di Jalan Mojopahit 9 Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Seberang Ulu I Palembang,Minggu(27/3/2023) pukul 18.30WIB.

Belakangan diketahui, sebelum korban tewas sempat terjadi duel maut antara korban dan tersangka Suparman (46) di dua tempat yang berbeda yakni di Jalan Semeru dan Mojopahit 9 yang mana korban tak terima kakinya tersebut diinjak sehingga korban naik pitam dan menghampiri tersangka.

“Adanya laporan kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban jiwa meninggal dunia akibat selisih paham yang sebelumnya kedua pelaku menghadiri pemakaman tetangganya dan saat itu tanpa sengaja tersangka menginjak kaki korban sehingga korban naik pitam tak terima dan menghampiri korban kerumahnya,”ujar Kapolsek Seberang Ulu 1 Palembang Kompol Firdaus kepada wartawan,Senin(27/3/2023).

Setelah bertemu dengan tersangka di Jalan Semeru korban langsung menyerang tersangka hingga menyebabkan luka di dua jari tangan tersangka. Kemudian pisau yang dibawa oleh korban jatuh dan diambil tersangka. Namun, ternyata korban mengejar tersangka dengan menggunakan motor sambil kayu.  

Hingga akhirnya keduanya kembali bertemu di Jalan Majopahit 9 dengan posisi tersangka jatuh dari motor akibat dipukul oleh korban. Kemudian korban kembali menghampiri tersangka yang hendak melakukan pemukulan tapi korban tak menyadari bila saat itu tersangka masih memgang senajta tajam, dan dengan membabi buta tersangka menusuk korban sebanyak 2 kali ditambah satu kali sabetan hingga korban tewas terduduk dengan penuh luka.

Baca :  Modus Besuk Temannya Yang Sedang Sakit, Mantan Pegawai Parkir Rumah Sakit Umum Ini Nekat Mencuri HP Pasien

Hanya Karena Kakinya Terinjak Pria di Palembang Ini Tewas Bersimbah Darah

Akibat tindakannya tersebut tersangka terjerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

“Anggota sempat menghampiri rumah tersangka untuk meringkusnya, Namun Korban tidak ada dirumah. Dan akhirnya korban menyerahkan diri ke Polsek,”Kata Firdaus.

Sementara itu tersangka Suparman mengaku khilaf mengakhiri nyawa korban karena pelaku selalu mencari gara-gara. “Awal terinjak kaki itu saat korban melintas di depan rumah aku, kakinya terinjak dan aku meminta maaf nak korban tak terima. Meresa tak terima dia mengambil sebilah senjata tajam dan menghampiri aku dengan mengatakan “Kau mau cari gara-gara apa” tapi tidak aku hiraukan,”Kata Tersangka.

Kemudian korban kembali bertemu dengan korban yang kembali dengan cara mencegat tersangka sehingga terjadilah perkelahian tersebuh dan menyebabkan korban meninggal dunia. Dari keteranganya korban ini merupakan tetangganya. “Rumah kami hanya berkelang satu rumah,”tutupnya.

Baca Juga: Tiga Pelaku Begal Yang Ditabrak Pick Up Bermuatan Ayam Tak Mati