Harapan Kepala BBN RI Sumsel Tak Ada Lagi Sawit Tukar Sabu
Kepala BNN RI Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose, (Tengah)

Kepala BBN RI Berharap di Sumsel Tak Ada Lagi Sawit Tukar Sabu

Palembang, SindoSumsel.com–Usai launching kampung bersinar (Bersih narkoba) di (Unsri), Badan Narkotika Nasional (BNN) RI langsung menuju ke orang nomor satu di Sumatera Selatan tepatnya di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Kamis (2/3/2023).

Kedatangan lembaga pemberantasan narkoba ke rumah dinas Herman Deru ini ialah  launching program hasil kerjasama dengan Pemprov Sumsel.

“Di tempat lain ada istilah STS atau sawit tukar sabu, saya harapkan tidak terjadi di Sumatera Selatan. Jadi cukup istilah itu ada di tempat lain,”ujar Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose kepada wartawan.

Petrus menjelaskan, di daerah perkebunan kebanyakan kalangan bawah mencuri buah kelapa sawit, kemudian dijual maupun ditukar dengan narkotika sabu-sabu.

“Sedangkan Desa Bersinar, biasanya intervensi itu akan kita lakukan. Jadi, ada program di BNN namanya Intervensi Berbasis Masyarakat. Jadi, tidak hanya dengan pemerintah, tapi bagaimana kita melibatkan masyarakat,”katanya.

Sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bersama 37 perguruan tinggi dan universitas yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kuliah umum digelar di Gedung Auditorium Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.

Kepala BNN RI Kom0jen Pol Petrus Reinhard Golose menyampaikan terima kasih kepada Rektor Unsri Anis Saggaff telah memfasilitasi kuliah umum terhadap mahasiswa yang berasal dari 37 perguruan tinggi di Sumsel.

Baca :  Puluhan Petak Kios di Pasar Cinde Hangus Terbakar, Ini Penyebabnya

 “Kegiatan ini tidak lain, bagaimana kita menggelorakan semangat anti narkotika. Sebab, nilai prevalensi termasuk barang yang ditangkap BNN, maupun kepolisian di Sumsel sangatlah tinggi,” kata Petrus.

Oleh karena itu, lanjut dia, dengan menggelorakan semangat anti narkotika, semangat war on drugs terutama di kalangan mahasiswa dapat memunculkan duta-duta narkotika yang akan memberikan teladan yang baik dalam penanggulangan narkotika.

“Kalau ada masalah narkotika, pengguna narkotika datang ke BNN untuk rehabilitasi. Sekali lagi saya apresiasi kepada civitas akademik dari seluruh perguruan tinggi yang ada di sumsel,” ujarnya.

“Kalau bisa saya beri penilaian maka amat sangat baik yang bersama-sama kita lakukan kegiatan dan animo sangat luar biasa dari mahasiswa dengan berbagai macam tipikalnya,” tambah Petrus.

Disinggung mengenai Sumsel menduduki peringkat ketiga permasalahan narkotika, dia menyebutkan langkah konkrit BNN bukan hanya pemberantasan, melainkan juga pencegahan.

“Salah satunya yang kita lakukan saat ini. Universitas Sriwijaya bersama kampus yang lain adalah dalam rangka pencegahan, kita branding, kita suarakan untuk diman, menurunkan permintaan karena kalau tidak ada diman, supply pun berkurang,”tutupnya.

 

Baca juga: 5 Warga Palembang Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Prabumulih-PalembangPositive HIV Pemilik Panti Asuhan Fisabilillah di Penjara Tempat Khusus