Minggu , 14 April 2024
Harga Tembakau Anjlok, Petani di Temanggung Curhat ke Menteri
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan mendengarkan curahan hati para petani tembakau dari Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Harga Tembakau Anjlok, Petani di Temanggung Curhat ke Menteri

SINDOSUMSEL.COM–Menteri Perdagangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan mendengarkan curahan hati dan keluh kesah para petani tembakau dari Kabupaten Temanggung Jawa Tengah yang datang ke Kabupaten Kudus. Mereka dipertemukan dengan pelaku industri rokok, Di Oasis PT Djarum, Rabu (2/8), 

Dalam pertemuan, Mendag akan membantu para petani tembakau dari Temanggung seperti yang dilakukan saat membantu para petani tembakau dari Madura Jawa Timur beberapa bulan lalu. Kini, para petani di Madura sudah merasakan enaknya jadi anak asuh PT Djarum. 

” Supaya petani tidak dirugikan, saya mempertemukan petani dengan industri untuk memotong rantai pasok dan melindungi petani tembakau. Dengan demikian, petani dapat harga yang bagus. Petaninya makmur serta pabrik rokoknya maju, keduanya sama-sama untung,” kata Zulkifli.

Pemerintah akan terus mendukung industri dalam negeri, seperti industri rokok. Industri rokok sendiri merupakan industri padat karya dan menyerap hasil tembakau dari petani. Kementerian Perdagangan juga akan berkoordinasi dengan pelaku industri tembakau agar industri tembakau melakukan program kemitraan dengan petani. Dengan pembinaan produksi tembakau petani sesuai standar industri sehingga berdampak pada kepastian pasar, harga jual, dan memperpendek mata rantai perdagangan tembakau.

 “Industri ini harus didukung dan perkuat. Kalau industri kuat, maka akan tumbuh dan maju sehingga dapat menyerap tenaga kerja. Namun, sebaliknya jika perusahaan tidak tumbuh akan merugi yang ujung-ujungnya terjadi PHK,” ucapnya.

Baca :  Komplotan Bobol Rumah dan Ruko Diringkus Polisi

Salah satu petani, Sukono mengaku dalam beberapa tahun ini para petani di Temanggung sedang terlilit hutang karena harga tembakau anjlok. Para petani biasanya mengandalkan tembakau untuk menjadi penghasilan utama namun kini untuk balik modal saja susah. Untuk biaya operasional menanam tembakau per hektar rata-rata Rp. 20 juta sampai Rp 25 juta. 

 “Kami sudah terlilit hutang pak menteri, harga tembakau sangat rendah, untuk kebutuhan sehari-hari tidak mencukupi, biaya anak sekolah dan sebagainya. Kalau dulu tiap mencium aroma tembakau itu sudah sangat bahagia karena akan menjadi uang. Makanya kami minta ada kebijakan yang membantu para petani kecil ini”, ujarnya. 

Deputi Direktur PT Djarum, Sutanto Adidarmo menyampaikan pihaknya siap menjalin kemitraan kepada para petani di Temanggung seperti yang dilakukan untuk para petani di Madura. “Kami kemarin membeli tembakau panen para petani sampai Rp. 100 ribu per kilogram karena kualitas tembakau mereka sangat bagus. Jadi kalau para petani hasil panen bagus sesuai standar industri rokok tentu harganya juga akan menyesuaikan”, katanya.