Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru memanggil Rektor UIN dan jajaran untuk mengetahui permasalahan secara langsung mengenai Permasalahan pemangkasan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Senin (14/2) sore.
Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru memanggil Rektor UIN dan jajaran untuk mengetahui permasalahan secara langsung mengenai Permasalahan pemangkasan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Senin (14/2) sore.

Herman Deru  Intruksikan Rektorat UIN Raden Fatah Verifikasi Ulang Mahasiswa/i  Penerima Potongan UKT

SindoSumsel.com, PALEMBANG – Menanggapi Permasalahan pemangkasan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, mendapat perhatian serius dari Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru.

Dibincangi usai menerima Rektor UIN Raden Fatah Palembang di Kantor Gubernur Provinsi Sumsel, Senin (14/2) sore. Gubernur Herman Deru menegaskan dirinya  sengaja memanggil Rektor UIN dan jajaran untuk mengetahui permasalahannya secara langsung.

Setelah mengetahui masalahnya, Gubernur Herman Deru memberikan  saran agar  dalam kurun waktu cepat  masalah pembayaran UKT ini dapat diselesaikan dengan memperpanjang waktu pembayaran dan dilakukan verifikasi ulang.

Baca :  Jadi Tuan Rumah FASI Tingkat Nasional, Mantapkan Sumsel Sebagai Provinsi Religius 

“Intruksi Saya kepada jajaran rektorat UIN tadi, sebagai wakil pemerintah pusat untuk verifikasi ulang kalau memang benar tidak mampu ya bantu, masukan dalam pemotongan.  Jangan sampai ada rasa ketidakadilan, kalau memang  layak dibantu dan memenuhi syarat, bantu saja,” tegasnya.

Sementara Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Nyayu Khodijah menambahkan, Untuk mahasiswa yang mendapat potongan pembayaran Uang Kuliah Terpadu (UKT) ada kriteria dan syarat yang harus dipenuhi.

“Saya sudah sampaikan dengan bapak Gubernur,  mereka tidak memenuhi syarat karena mungkin prosesnya tidak diupload semua, misalnya mereka harus melampirkan transkrip dengan Kartu keluarga, tapi mereka hanya mengupload transkrip saja ,” tuturnya.

Baca :  Universitas Bina Darma Masuk Klaster Utama Penelitian, Pilot Projects di Sumsel

Dia merinci  ada 22.384 mahasiswa UIN Raden Fatah yang aktif, dimana yang mengajukan pengurangan atau pemotongan UKT terdapat 13.723 mahasiswa dan mahasiswi.

Sementara yang baru mendapatkan berdasarkan SK terdapat 9.611 dan sisanya sekitar 4000 yang belum terakomodir.

“ Tapi dari hasil pembicaraan kita dengan mahasiswa ternyata yang belum bayar UKT itu 1.723, pak gub minta yang 1.723 diverifikasi ulang, dan kita sesuai sejalan kita beri perpanjangan pembayaran UKT hingga 3 hari kedepan bersamaan itu juga kita akan verifikasi ulang 1.723,” jelasnya. (*)

Hendri Zainuddin, Presiden Sriwijaya FC

About Miftahul Arzaq

Kontributor situs berita SindoSumsel.com. e-mail : mifdarko@gmail.com