Gubernur Sumsel Herman Deru meresmikan dua pelayanan diantaranya layanan Hemodialisis di lantai 2 serta pasien pasca Operasi Bedah Thoraks Kardiovaskuler (BTKV) di Ruang Rawat Inap Lantai 7 RSUD Siti Fatimah, Rabu (22/12). 
Gubernur Sumsel Herman Deru meresmikan dua pelayanan diantaranya layanan Hemodialisis di lantai 2 serta pasien pasca Operasi Bedah Thoraks Kardiovaskuler (BTKV) di Ruang Rawat Inap Lantai 7 RSUD Siti Fatimah, Rabu (22/12). 

Herman Deru Resmikan Layanan Hemodialisis dan Operasi Bedah Thoraks Kardiovaskuler Pertama di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan

Sindosumsel.com, PALEMBANG – Komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat begitu konsen. Bahkan kedepan Gubernur Sumsel Herman Deru ingin menjadikan Sumsel ini sebagai daerah  Health Tourism atau wisata medis mengacu pada kegiatan  bepergian untuk mendapatkan perawatan medis di Kota Palembang.

“Saya bercita-cita menjadikan Sumsel sebagai Health Tourism. Jadi kita lakukan secara bertahap sehingga orang berwisata kesini (Sumsel) untuk sehat, tidak harus berpikir datang ke negara tetangga,” ucap Herman Deru usai meresmikan dua pelayanan diantaranya layanan Hemodialisis di lantai 2 serta pasien pasca Operasi Bedah Thoraks Kardiovaskuler (BTKV) di Ruang Rawat Inap Lantai 7 RSUD Siti Fatimah, Rabu (22/12).

Menurutnya didalam pelayanan bedah jantung Sumsel sudah memiliki tiga Rumah Sakit Negeri. Artinya masyarakat tidak perlu lagi berobat keluar negeri tapi cukup di daerah sendiri.

“Selama ini masyarakat kita yang berkemampuan ekonomi baik berobat ke luar negeri. Nah ini yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat bahwa operasi bedah jantung berbagai usia sudah dapat di RSUD Siti Fatimah,” ucapnya.

Sebagai rumah sakit yang orientasinya pelayanan bukan profit maka Herman Deru ingin rumah sakit ini memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat tanpa mereka harus keluar negeri.

Baca :  Mawardi Yahya : Kemajuan Kabupaten dan Kota Merupakan Kesuksesan Sumsel

“Saya anjurkan kepada Dirut Rumah Sakit   Siti Fatimah Az-Zahra untuk membuat pola-pola kerjasama, jadi tidak harus kita berinvestasi peralatan karena memang orientasi rumah sakit ini adalah pelayanan bukan orientasi profit. Artinya kita berikan pelayanan yang maksimal tanpa harus keluar negeri,” katanya.

Dengan memiliki fasilitas dan pelayanan yang baik Herman Deru berharap kepercayaan masyarakat semakin tinggi.

“Mudah-mudahah dengan adanya kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi akan membuat semua layanan rumah sakit di daerah, rujukannya   ke  Rumah Sakit  Siti Fatimah dengan tagline Az- Zahra yaitu pelayanan yang cantik dan luar biasa,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Siti Fatimah dr. Syamsuddin Isaac Suryamanggala, Sp.OG mengatakan, pihaknya berupaya terus meningkatkan pelayanan kepada pasien termasuk pelayanan operasi bedah jantung terbuka.

“Artinya kalau dulu kita operasi jantung tidak terbuka, sekarang bisa terbuka. Kemarin kita sudah melaksanakan dua operasi, dan sudah di kunjungi pak Gubernur. Kemudian hari ini jam empat sore kita akan lakukan operasi ketiga,” ucapnya.

Selain itu lanjut dia  layanan  cuci darah (Hemodialisis) dapat diberikan pada pengguna kartu BPJS Kesehatan pada bulan Januari 2022.

Baca :  Herman Deru Dampingi  Jokowi Sapa  Pedagang Pasar Baru Tanjung Enim dan  Pasar Dempo Pagar Alam

“Harapannya masyarakat Sumsel punya opsi baru untuk dapat cuci darah di RSUD Siti Fatimah,” tuturnya

Selain itu, menurut dr Syamsuddin, Gubernur Sumsel juga mendorong pihak rumah sakit untuk menjadikan Sumsel sebagai Health Tourism.

“Jadi kita ingin orang berkunjung ke Sumsel selain menikmati kuliner dan wisata tapi juga bisa berobat kesehatan disini. Jadi kita ingin membuat center yang unggul dan bisa menjadi pilihan bukan hanya masyarakat Sumsel tapi juga di luar kota,” ungkapnya.

Dengan begitu, lanjutnya untuk menuju Health Tourism  bukan hanya sarana dan prasarana saja yang lengkap tetapi perlu juga merubah mindset petugas pelayanan kesehatan.

“Artinya kita harus berikan pelayanan yang baik dan tidak kasar, jadi kita anggap pelayanan ini sebagai orang yang harus dilayani, dengan begitu harus kita kejar adalah pelatihan untuk nakes kita agar bisa melayani layaknya melayani turis,” tutupnya.

Pada kesempatan ini Gubernur Herman Deru mengunjungi Pasien Pasca Operasi Bedah Thoraks Kardiovaskuler (BTKV) perdana di lantai 7  masing-masing Al Hafis berumur 7 tahun dikamar 719, Wafik hafizah berumur 10 tahun dikamar 718 dan Maria Christabel berumur 1 tahun dikamar 716. (*)

Hendri Zainuddin, Presiden Sriwijaya FC

About Miftahul Arzaq

Kontributor situs berita SindoSumsel.com. e-mail : mifdarko@gmail.com