MoU Kerjasama Bank Sumsel Babel, Bank Jambi, Bank Lampung dan  Bank Bengkulu yang disaksikan langsung   Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru di Hotel Arista Palembang, Rabu  (6/10).
MoU Kerjasama Bank Sumsel Babel, Bank Jambi, Bank Lampung dan  Bank Bengkulu yang disaksikan langsung   Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru di Hotel Arista Palembang, Rabu  (6/10).

Herman Deru : Sindikasi Pembiayaan  Bank Milik Daerah Se-Subagsel  Kian Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Sindosumsel.com, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengapresiasi jajaran Direksi Bank Sumsel Babel yang telah berhasil  melakukan konsolidasi dengan Bank Jambi, Bank Lampung, Bank Bengkulu dakam hal  pemberian pinjaman daerah melalui pembiayaan Sindikasi.

Kerjasama  ke empat bank daerah tersebut  ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang disaksikan langsung   Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru di Hotel Arista Palembang, Rabu  (6/10).

Dalam penandatanganan  MoU  yang juga   dihadiri  Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Iwan M Ridwan, Direktur Utama Bank Bengkulu H. Agusalim, Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat, Direktur Utama Bank Jambi H. Yunsak El Halcon tersebut , Gubernur Herman Deru mengaku bangga pada Bank Sumsel Babel yang berhasil  meyakinkan bank milik daerah lain untuk  menjadi sebuah kesatuan dari sindikasi atau konsorsium guna meningkatkan   kepercayaan  dari masyarakat.

Baca :  Sandiaga Uno Apresiasi Herman Deru Sebagai Pembina Desa Wisata

“Ini  pemikiran briliant yang digagas oleh dewan direksi dari masing bank daerah. Kepercayaan masyarakat akan  bertambah   apalagi jika  promosi yang dilakukan secara terus menerus. Bukan  tidak mungkin ini akan diperhitungkan dalam kancah nasional,” ungkapnya.

Herman Deru mengharapkan  jajaran Direksi    dan komisaris dari Bank Pembangunan Daerah untuk dapat mengawal jalannya isi  MoU  yang telah disepakati tersebut.

“MoU ini disegerakan jadi MoA, jadi kita sudah bicara tentang actionnya apa?, jadi tidak hanya sukses di implementasinya saja.  Kalau kita cerita tentang resiko, bahwa Non Performing Loan (NPL)  kita rata-rat jauh dibawah ambang batas, kalau kita tidak sesksama mengawal ini bukan tidak mungkin naik angka NPL dan merusak trust masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Iwan M Ridwan  menegaskan,  sinergi yang baik dibangun oleh Bank Daerah yang ada di  Sumbagsel. Pertumbuhannya   sudah kurang lebih 11 persen, namun pertumbuhan kredit masih 7  persen. Dan ini lanjut dia  menjadi salah  satu peluang untuk ditingkatkan.

Baca :  Herman Deru Membuka UKW Ke-33 yang Diadakan PWI Sumsel

“Ambang batas OJK itu 5% jadi saya lihat disini membaik sekitar 2% ini harus diperhatikan, karena kalau sudah sampai 5 % atau mendekati 5% tentu harus ada upaya-upaya yang lebih bagi seluruh bank BPD, jadi saya kira ini momentum yang baik supaya meskipun dalam kondisi pandemi ini harus di jaga benar baik prinsip kehati-hatian resiko,” tandasnya.(*)

About Miftahul Arzaq

Kontributor situs berita SindoSumsel.com. e-mail : mifdarko@gmail.com