Oyong Hairudin for DPRD Kota Palembang 2024
Inilah Cerita Lengkap Pemulung Yang Dipukul di Jalan Letkol Iskandar Palembang
Korban Mulyadi saat ditemui di kediamannnya yang berada di Lorong Sadar Palembang.

Inilah Cerita Lengkap Pemulung Yang Dipukul di Jalan Letkol Iskandar Palembang

Palembang,SindoSumsel.com—Beredar video sosial media di Instagram seorang pemulung yang menjadi korban pemukulan oleh seorang pria di Jalan Letkol Iskandar Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang. 

 

Belakangan diketahui bila pria yang menjadi korban tersebut ialah Mulyadi (57) warga Jalan Tegal Binangun Kecamatan, Jakabaring  Kota palembang. Dan pelaku pemukulan tersebut juga diketahui bernama Indra jaya (47). 

 

Saat ditemui di rumahnya yang berada di Lorong Sadar RT 32 Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang. Terlihat Mulyadi dan keluarga hanya tinggal di sebuah kontrakan kecil di bawah kolong dengan ukuran 5×3 meter. 

 

Pria yang berprofesi sebagai pemulung ini, disana tinggal bersama istrinya Baiti (24) dan ketiga anaknya yang masih kecil. Dari keterangan kejadian yang menimpanya beberapa hari yang lalu dan sempat viral berlatar belakangi bahwa Mulyadi memiliki hutang 500 ribu kepada pelaku.  

 

“Saya punya hutang dengan pelaku Rp 500 ribu dan harus dikembalikan. Saat itu saya memang lagi susah pak, namanya juga kerja begini, serba kurang, “ujarnya kepada wartawan, Jumat(23/12/2022). 

 

Akibat korban tak mempunyai uang itulah membuat pelaku merah dan naik pitam. “Saya dipukul di bagian pipi  masing-masing empat kali. Selain itu belakang kepalanya dipukul pakai sesuatu sampai mengeluarkan darah.  Pas saya dipukuli pasrah saja pak namanya saya juga salah kan karena belum bayar,”Jelasnya. 

Baca :  Gandeng KPK RI, Herman Deru Komitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih dan Transparan

 

 Mulyadi menuturkan, usai kejadian pemukulan yang dialaminya dirinya didatangi oleh pihak kepolisian Polrestabes Palembang untuk dimintai keterangan dan mencari tahu alamat pelaku pemukulan dan Mulyadi dibantu untuk membuat laporan polisi.  

 

“Pak polisi datang ke rumah nanya video viral itu sama dimana alamat pelaku, ” katanya. 

Pelaku Indra yang diringkus Satreskrim PolrestabesPalembangl

Lebih lanjut, ia menambahkan bila uang pinjaman dari pelaku tersebut dibayarkan untuk membayar biaya sewa kontrakan sebesar Rp 300 ribu per bulan dan sisanya untuk makan sehari-hari. Mulyadi mengungkapkan setiap harinya ia, istri dan anaknya dibawa untuk mencari  barang rongsokan di seputaran Kota Palembang.   

 

“Sehari-hari saya mulung ajak anak istri, ya pendapatannya pas-pas an saja untuk makan, jajan anak, dan rokok sebatang. Paling dapat Rp 20 ribu – Rp 40 ribu, ” kata Mulyadi, Kamis (22/12/2022).  

 

  

 

Pria asal Sulawesi Tenggara itu mengaku sudah lama menjadi pemulung semenjak pindah ke Palembang dan kerap pindah tempat tinggal. Terakhir dirinya ngontrak di sekitar Lorong Sadar, karena tidak sanggup akhirnya ia pindah ke kontrakannya sekarang.  

Baca :  Herman Deru Targetkan  Realisasi  Vaksinasi di Sumsel Capai Angka di Atas 80 Persen

 

 Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Haris Dinzah mengatakan pelaku pemukulan saat ini sudah ditangkap oleh pihaknya. 

 

“Korban sudah kita tangkap pada Selasa, (20/12) lalu,” kata Haris, Kamis (22/12). 

 

 

Haris menceritakan, awalnya Mulyadi meminjam uang Rp 500 ribu dari Indra yang dijanjikan akan dikembalikan Mulyadi satu bulan kemudian. 

 

  

“Korban meminjam uang Rp 500 ribu, namun setelah sampai waktu kesepakatan, korban tidak memiliki uang, hingga pelaku langsung memukuli korban,”katanya. 

 

  

 

Setelah menjadi korban pemukulan, Mulyadi langsung dibantu warga untuk berobat serta melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang 

 

“Setelah kejadian tersebut, korban langsung dibantu warga untuk berobat sekaligus diarahkan untuk melapor ke SPKT,” tuturnya. 

 

 

Selain itu pelaku pemukulan tersebut sudah ditahan di Polresta Palembang serta dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. 

  

“Pelaku sudah kita tangkap, sementara pelaku akan dikenakan Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman dua tahun kurungan penjara,”Tutupnya.

 

Hendri Zainuddin, Presiden Sriwijaya FC

About Widodo

Berkarya untuk lingkungan