Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara resmi mengeluarkan surat intruksi Tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Dosis 2,  sekaligus menghimbau masyarakat mewaspadai peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di wilayah  Provinsi Sumsel.  
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara resmi mengeluarkan surat intruksi Tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Dosis 2,  sekaligus menghimbau masyarakat mewaspadai peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di wilayah  Provinsi Sumsel.  

Instruksikan Percepat Pelaksanaan Vaksinasi Dosis 2, Herman Deru Keluarkan Surat Edaran ke Bupati/Wako Se-Sumsel

SindoSumsel.com, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara resmi mengeluarkan surat intruksi Tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Dosis 2,  sekaligus menghimbau masyarakat mewaspadai peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di wilayah  Provinsi Sumsel.

Dalam surat edaran Gubenur Herman Deru  tersebut mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes)  sehubungan dengan terjadinya peningkatan kasus Covid-19 dan untuk mencegah penularan  varian Omicron, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupaya untuk melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi pada seluruh kelompok sasaran.

“Berdasarkan data dan hasil evaluasi, capaian vaksinasi dosis lengkap (dosis 2) di Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan belum seluruhnya mencapai target 70 persen.  Bahkan 4 kabupaten/kota diantaranya  masih di bawah 50 persen,” katanya.

Masih dalam surat edaran  yang ditujukan pada   Bupati/Walikota, Ketua DPRD Kabupaten/Kota, Komandan Kodim 4. Kapolresta/Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Negeri Se-Sumsel melakukan sejumlah upaya meliputi :

Pertama percepatan capaian vaksinasi dosis 2 untuk seluruh kelompok sasaran dengan target capaian minimal 70 persen.

Kedua melakukan koordinasi dengan seluruh lintas sektor, lintas program, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk sosialisasi dan menggerakkan masyarakat dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di daerah.

Baca :  Random Antigen, Pos Nataru OKI Siapkan Vaksin Ditempat

Ke tiga segera  menyusun strategi percepatan pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan kondisi daerah, terutama dengan penjangkauan layanan vaksinasi COVID-19 ke masyarakat dengan membuka sentra pelayanan vaksinasi atau layanan door to door, dan lain-lain.

Ke empat memastikan ketersediaan vaksin dan logistik lainnya sesuai kebutuhan dan jika terjadi kekurangan agar segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan

Kelima Instruksi ini agar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan melaporkan hasil pelaksanaannya kepada Gubernur Sumatera Selatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu pada usai mengikuti pembahasan perkembangan Covid-19 dan evaluasi PPKM di luar Jawa-Bali bersama Menko Perekonomian RI melalui virtual dari Command Centre Kantor Gubernur Sumsel, Minggu (13/2) kemarin Gubernur Heman Deru secara lisan telah memerintahkan Bupati Walikota Percepat Vaksinasi Dosis ke 2 sebagai bantisipasi meningkatnya  penyebaran covid-19 khususnya varian omicron di Sumsel.

Dimana berdasarkan data angka vaksinasi dosis kedua di Sumsel saat ini baru mencapai 57 persen. Sementara vaksin pertama sudah mencapai 91 persen.

Baca :  Masyarakat Sumsel Sambut Positif Ajakan Herman Deru

“Antara dosis pertama dan kedua belum sebanding. Artinya, memang ada permasalahan. Pertama, bisa jadi rentang waktu vaksin pertama dan kedua belum cukup. Atau, sasaran ini abai untuk melakukan vaksinasi kedua itu. Hal inilah yang harus kita kejar. Sebab itulah, kita harus panggil lagi atau lakukan jemput bola untuk memberikan vaksin tahap dua tersebut,” terangnya.

Sebab, lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan penelitian jika vaksinasi kedua sudah mencapai lebih dari 70 persen, maka daerah itu bisa dikatakan aman.

Selain mempercepat vaksinasi dosis kedua, Herman Deru juga mewaspadai peningkatan angka Bed Occupancy Ratio (BOR) akibat melonjaknya kasus covid-19 tersebut.

“Angka BOR secara nasional sudah 30 persen. Sementara untuk Sumsel mencapai 27 persen. Itu juga peringatan untuk Sumsel dan provinsi lain. Tapi Sumsel ini sangat siap untuk melakukan pencegahan tersebut. Kita terus menyiagakan tempat isolasi terpadu baik di wisma atlet maupun di asrama haji,” tuturnya. (*)

Hendri Zainuddin, Presiden Sriwijaya FC

About Miftahul Arzaq

Kontributor situs berita SindoSumsel.com. e-mail : mifdarko@gmail.com