Jejak Tradisi Ziarah Kubro
(Foto Istimewah) Ribuan masyarakat muslim di Kota Palembang penuhi Jalan

Jejak Tradisi Ziarah Kubro

Palembang, SindoSumsel.com— Memasuki bulan suci ramadhan 1444 Hijriah umat muslim di Indonesia mulai menyambutnya dengan berbagai macam tradisi, termasuk juga Kota Palembang.

Selain terkenal dengan kulinernya Kota Palembang juga terkenal dengan Kota Palembang juga terkenal dengan wisata religinya yang setiap tahunnya memancing wisata lokal dan mancanegara datang ke ibu kota Sumatera Selatan ini.

Dalam menyambut ramadhan atau 10 hari sebelum puasa, masyarakat muslim di Kota Palembang sering kali melaksanakan tradisi ziarah kubro. 

Mengutip dari sejumlah sumber, Tradisi ini muncul berawal dari hubungan Kesultanan Palembang dan komunitas Arab yang sangat dekat, bahkan tanah wakaf diberikan oleh pihak kesultanan kepada orang keturunan arab yang tinggal di Palembang, sehingga dimanfaatkan mereka untuk memakamkan keluarganya.

Oleh sebab itu, banyak alim ulama yang dimakamkan di beberapa wilayah, seperti di Telaga Swidak, Gubah Duku, Babussalam, dan Kambang Koci. Tempat tersebut terletak di Pelabuhan Boom Baru yang berdekatan dengan pemakaman kesultanan Palembang di Kawah Tengkurep.

Jejak Tradisi Ziarah Kubro

Pemakaman-pemakaman inilah yang selalu dikunjungi oleh para peziarah yang ingin mengikuti tradisi ziarah kubra pada bulan-bulan Sya’ban setiap tahunnya.

Diketahui tahun 2023 ini tradisi tersebut dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 10-12 Maret 2023. Terlihat ribuan umat muslim di Kota Palembang sudah sejak pagi tumpah ruah memenuhi Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Ilir Timur II Palembang yang akan melaksanakan ziarah kubro.

Baca :  Izin Pasar Malam di Segitiga Emas Kayuagung Dipertanyakan, Ada Apa?

Ziarah yang dilaksanakan, Minggu 12 Maret 2023 ini merupakan acara puncaknya, bahkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turut bergabung dalam acara tersebut.

Antusiasme, semangat, lantunan musik dan bacaan shalawat terdengar dari mereka, yang juga menarik perhatian warga sekitar.

“Seluruh peziarah dari seluruh dunia mengikuti ziarah kubro, untuk menghormati jasa para pahlawan agama kita, kita lihat masyarakat membaur jadi ini memang pantas kita disebut kota yang religius,”ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru dengan datangnya puluhan ribu peziarah dari segala penjuru, membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kota Palembang .

Hal tersebut dibuktikan dengan menjamurnya  para pedagang perlengkapan sholat diantaranya Kopiah, Baju Koko, Tasbih, dan lainnya. Tak hanya itu, terlihat juga pedagang pempek sepeda dan es berada sebelum gerbang komplek pemakaman.

“Ini juga secara langsung maupun tidak langsung Meningkatkan perekonomian kita, terlebih  tamu yang hadir mulai dari masyarakat hingga ulama dari dalam negeri dan luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Yaman, hingga Madinah,” tandasnya.

Baca juga: Siap-siap Muba Diganjar Penghargaan UHC dari Wapres RI