Kedua Tersangka penganiayaan didampingi Keluarga dalam prosesi pemberian Restorative justice Oleh Kasipidum Kejari Palembang beserta Jajaran (05/06/24)

Kejaksaan negeri Palembang Berikan Restorative Justice Pada Perkara Penganiayaan

Palembang, Sindosumsel.com -Kejari Palembang kembali menggelar penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) Atas perkara Penganiayaan yang terjadi di Wilayah Hukum Kota Palembang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Johnny William Fardede SH MH melalui Kasipidum Kejari Palembang Hafis Muhardi SH Menerangkan, bahwa Kejari palembang pada hari ini telah melakukan Restorative Justice (RJ) atas perkara Penganiayaan

“ Tersangka pertama yaitu bernama Novitasari bin Ruslan (Sebagai Korban) dan tersangka kedua Lupia Haryani bin Hartoni , dimana dalam perkara ini kedua tersangka saling lapor melapor kepolsek Sako Palembang dan pada akhirnya ditindaklanjuti oleh penyidik dan berakhir P21 oleh kejari Palembang “ Ujar Kasipidum Kejari Palembang pada Konferensi Pers di Gedung Aula kejari Palembang, Rabu (5/6/24)

Pada saat penyerahan kepada kedua tersangka ke kejari Palembang atas pertimbangannya, untuk tersangka Novitasari bin Ruslan sebagai pertimbangannya, Bahwa tersangka Novitasari bin Ruslan merupakan tulang punggung keluarga bahwa tersangka juga baru menjalani Pernikahan

“ Dilanjutkan untuk tersangka Lupia Haryani bin Hartoni, sebagai pertimbangannya tersangka juga menjadi tulang punggung keluarga, dan juga memiliki dua orang anak kecil dan balita, yang mana anak anak tersangka tersebut masih membutuhkan perhatian dari ibunya
“Tukasnya

Hafis juga menjelaskan dalam hal yang menjadi Pertimbangan-pertimbangan itu kami pihak Kejaksaan Kejari Palembang menunjuk Jaksa Fasilitator untuk memproses perkara ini agar dapat dihentikan dengan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ),yang mana pada Jaksa Fasilitator Ibu Desi Arsean.

Baca :  PKN Sumsel "Jadikan" Kantor Sekretariat Basis Rumah Perjuangan Rakyat

Dalam pelaksanaan Restorative Justice (RJ),selain menghadirkan kedua tersangka dan pihak keluarganya,kami juga menghadirkan toko masyarakat setempat serta Para penyidik dari kepolisian polsek sako.

Kronologi kejadian bermula pada hari sabtu tanggal 25 tahun 2023 yang bertempat di pasar Perumnas Sako tersangka novitasari pada saat itu sedang mengantarkan pesanan makanan, lalu bertemu dengan tersangka Lupia Haryani yang sedang mengendarai sepeda motor sambil mencaci ibu tersangka Novitasari dengan ucapan, yang tidak pantas dan seketika meludahi ibu tersangka Novitasari

Mendengar perkataan tersebut lalu tersangka Novitasari pergi berjalan kaki dan mendatangi tersangka Lupia dan pada saat itu Lupia sedang berada di lapak jualannya

Kemudian tersangka Novitasari berkata kepada tersangka Lupia, Ngapo kau ini didiamke masih saja menghina mamak aku anjing setan “lalu dijawab tersangka Lupia dasar penjahat

Kemudian terjadilah cekcok mulut antara tersangka Novitasari dan tersangka Lupia sampai terjadilah perkelahian,sampai sampai tersangka Lupia memukul tersangka Novitasari tidak terhitung berapa kalinya kemudian dibalas oleh tersangka Novitasari dengan mendorong, menjambak rambut serta mencakar hingga mengenai muka sebelah kanan tersangka Lupia, atas kejadian itu kedua tersangka sama-sama melapor ke polsek Sako. (nan)