Senin , 15 April 2024
Tersangka Agus Sumantri dalam proses pemeriksaan oleh pihak kejaksaan (21/02/24)

Ketua Persatuan Perangkat Desa Resmi ditahan Jaksa, Kasus Korupsi Bahan Batik Senilai 881,3 Juta

Palembang, Sindosumsel.com – Agus Sumantri pria paruh baya yang juga sebagai Ketua Persatuan Perangkat Desa (PPDI) ini akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka dan harus mendekam di balik jeruji besi atas kasus Korupsi pengadaan bahan pakaian batik senilai Rp881,3 juta tahun 2021.

Penetapan Agus Sumantri sebagai tersangka berdasarkan Surat penetapan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang Nomor : TAP-2/L.6.10/Fd.2/02/2024 tertanggal 21 Februari 2024.

Dalam siaran pers yang dibagikan Penerangan dan hukum Kejati Sumsel, bahwa Agus Sumantri resmi ditetapkan sebagai tersangka Korupsi Pengadaan Bahan Pakaian Batik Perangkat Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2021.

Masih dalam siaran pers Kajaksaan, tersangka Agus Sumantri yang merupakan Ketua PPDI aktif periode 2020-2025 ini sebelumnya juga sudah pernah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Pidsus Kejari Palembang.

Disebutkan juga bahwa dari hasil penyidikan, terdapat dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tersangka Agus Sumantri.

Perbuatan melawan hukum yang dimaksud, yaitu perbuatan membuat pertanggung jawaban fiktif sekaligus mark up terhadap pengadaan bahan pakaian batik.

Baca :  Tidak Terima Anaknya Hamil Serta Digilir Oleh Teman dan Pacarnya, Orang Tua di Palembang Lapor Polisi

Yang dimana bahan pakaian batik tersebut, pada tahun 2021 akan dibagikan kepada perangkat desa dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumsel.

Sehingga, atas perbuatan tersangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp883,1 juta lebih.

pasal yang disangkakan terhadap tersangka Agus Sumantri yakni melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan, guna kepentingan penyidikan,” ungkap Kasi Tindak pidana khusus Kejari Palembang Ario Aprianto SH MH

Ario menerangkan, dalam perkara ini tidak menutup kemungkinan akan ada keterlibatan pihak lainnya akan tetapi masih melihat perkembangan penyidikan yang dilakukan penyidik Pidsus Kejari Palembang.

“Akan kita informasikan lagi apabila nanti ada update terbaru terkait penyidikan perkara ini,” Ujar Aryo.(nan)