Minggu , 24 September 2023
Kasipenkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari
Kasipenkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari

Laporan Aset di LHKPN, KAJATI Sumsel Pastikan Rutin Dan Tak Telat

SindoSumsel.com, Palembang — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Sarjono Turin, dipastikan telah melapor Harta kekayaan melalui LHKPN pada 2022.

Hal itu dinyatakan Sarjono melalui Kasipenkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, yang menegaskan jika Kepala Kejati Sumsel sudah 100 persen melaporkan harta kekayaan ke LHKPN. “Bisa dipastikan sudah dilaporkan, pihak kejaksaan tiap tahun wajib laporan ke LHKPN.” terangnya pada hari Selasa (5/09/2023).

Dia pun mengirimkan foto tangkapan layar yang diklaim sebagai bukti Sarjono Turin sudah melaporkan harta kekayaan melalui LHKPN pada 2022. Pada foto itu, menampilkan halaman report pelaporan yang menunjukkan persentase pelaporan unit kerja Kejati Sumsel sudah 100 persen.

Menurut Vanny Yulia Eka Sari, LHKPN adalah salah satu syarat untuk naik pangkat atau promosi dalam suatu jabatan. “LHKPN itu wajib dilaporkan satu tahun sekali per tanggal 31 Desember, dan selambat-lambatnya dilaporkan pada tanggal 3 Maret tahun berikutnya.” jelasnya.

Baca :  Evaluasi Penanganan PMK, Sekda Supriono :"Kasus  PMK di Sumsel Masih Dapat  Dikendalikan" 

Hal itu sesuai dengan peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan KPK RI nomor 7 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.

“Untuk itu, kembali kami tegaskan kabar terkait tidak dilaporkannya LHKPN Kepala Kejati Sumsel, Sarjono Turin, adalah kabar yang tidak benar.” tutup Vanny Yulia Eka Sari.

Diketahui sebelumnya, terkait Laporan LHKPN Kajati Sumsel, Sarjono Turin, sempat disoroti Komisi III lantaran tidak muncul di Aplikasi LHKPN dan terindikasi tidak melapor. (nan)