Para saksi yang di hadirkan dalam sidang , di pengadilan Negeri Khusus Klas 1A Palembang (20/12/2023)

Mantan Kades Desa Sumber Rejo Banyuasin, Kembali Jalani Sidang Lanjutan korupsi Dana Desa 2019

Palembang, Sindosumsel.com- Purwanto mantan Kepala Desa Sumber Rejo, Kecamatan Selat Penuguan, Kabupaten Banyuasin menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Palembang dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Desa tahun anggaran 2019 sebesar Rp328 juta, Rabu (20/12/2023).

Majelis hakim yang diketuai Edi Terial SH MH, tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Banyuasin menghadirkan sepuluh saksi dari unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumber Rejo.

Dalam keterangannya saksi Slamet selaku Ketua BPD Sumber Rejo mengaku tidak pernah dilibatkan oleh terdakwa Joko Purwanto dalam pembangunan.

“Baik ketua BPD maupun anggota tidak pernah dilibatkan oleh Kepala Desa dalam pembangunan, hanya diikut sertakan saja dalam Musrenbangdes saja,” ujar Slamet dalam persidangan saat menjawab pertanyaan dari Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Hendy Tanjung.

Kemudian saksi menjelaskan dari pembangunan tandon air sebanyak 393 unit masih terdapat kekurangan.

Baca :  Jam Tangan Rolex Milik Asisten Pelatih Thailand Raib Saat Menginap di Hotel Palembang 

“Dari 393 unit tandon air, sebanyak 220 unit yang baru dilaksanakan dan masih ada kekurangan,” katanya.

“Saudara saksi dari BPD ya baik ketua dan anggota, dengan adanya temuan terkait pembangunan Box cover atau pembuatan jembatan dan pembuatan gapura kenapa tidak menegur terdakwa Joko Purwanto ini selaku Kades pada saat itu?,” Tanya hakim.

“Kami selalu mengingatkan pak Joko agar melaksanakan pembangunan yang sudah dirancang. Tapi jawab pak Joko nanti akan dilaksanakan yang mulia,” jawab saksi.

Dalam dakwaan, terdakwa Joko Purwanto selaku Kepala Desa Sumber Rejo Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin pada tahun 2019, dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan telah menyalahgunakan Dana Desa tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.328.054.779,64. (nan)