Mendadak Berstatus Tersangka, Warga Jalan Kolonel H Burlian Minta Keadilan
Thomas Chandra(37) Warga Jalan Kolonel H Burlian Kecamatan Sukarami Palembang terlihat bingung lantaran status mendadak berstatus tersangka atas tindak pidana penipuan.

Mendadak Berstatus Tersangka, Warga Jalan Kolonel H Burlian Minta Keadilan

Palembang, SindoSumsel.com— Thomas Chandra(37) Warga Jalan Kolonel H Burlian Kecamatan Sukarami Palembang terlihat bingung lantaran status mendadak berstatus tersangka atas tindak pidana penipuan.

Dihadapan media, Thomas menunjukkan surat laporan polisi LP/B/1814/IX/2022/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel tanggal 7 September 2022 terkait tindak pidana penipuan dan atau penggelapan Pasal 372 dan 378 KUHP.

“Pelapor Johan Chandra berteman dan berbisnis sejak tahun 2010. Kami berdua dekat hingga saling mendukung dan percaya, pada bulan Mei 2022 kita bertemu dan berbicara. Dia berbicara kepada saya untuk memasukkan barang – barang berupa sound system karena saya baru buka cafe, dan kemudian Johan mengirimkan 3 orangnya ke tempat kita,”Ujarnya di hadapan media, Rabu(16/11/2022).

Lebih lanjut Ia mengungkapkan,  memang perjanjian secara tertulis tidak ada namun hanya ada kata kesepakatan berdua. “Kesepakatannya pembayaran akan dilakukan secara mencicil, tidak ada batas waktunya,” katanya.

Masih kata Thomas Chandra bahwa pada bulan Juli 2022 dirinya ada masalah keluarga sehingga semua pekerjaan di cafe. “Bulan Juli saya ke Jakarta dan menghubungi Johan bahwa tidak mengurus lagi masalah di cafe dan saya serahkan kepada ayah saya. Silahkan hubungi ayah saya, karena lagi fokus urusan keluarga,” terangnya.

Baca :  Jadi Korban Pengeroyokan Terhadap Mantan Suaminya, Astuti Minta Keadilan

Lalu, ayah sempat menelpon Johan dan meminta penyelesaian permasalahan ini secara mediasi, namun Johan tidak bisa menerima dan meminta pembayaran full. “Dari sinilah timbul adanya laporan polisi ini,” tukasnya.

Total pembayaran yang harus dibayarkan Thomas pada perjanjian awal sebesar Rp 429 juta di diskon / potong menjadi Rp 328 juta. “Dan itu sudah saya setor beberapa kali saya cicil sudah 2 kali sebesar Rp 45 juta,” jelasnya.

Lanjutnya, tepatnya tanggal 9 November 2022 saya datang untuk diambil BAP dan datang membawa bukti – bukti menemui penyidik. “Lalu pihak kepolisian menelpon Johan untuk diadakan mediasi untuk dilakukan restorative justice, Jumat (11/11), namun tidak terjadi kesepakatan,”Katanya.

Sambungnya, tiba – tiba Senin (14/11) diadakan gelar perkara khusus dan Thomas Chandra ditetapkan tersangka dalam perkara pidana Pasal 372 dan 378 KUHP. “Saya sudah berniat baik bukan untuk tidak mau membayar, namun untuk membayar full seharga Rp 400 juta yang pada awalnya hanya Rp 300 juta saya bukan tidak mau tapi tidak sanggup, ditambah maintenance yang dia berikan tidak ada jadi jika rusak tidak ada yang tanggung jawab,” jelasnya.

Baca :  Muprov VIII, Affandi Udji Calon Tunggal Ketua KADIN Sumsel

Dalam mediasi juga sudah dijelaskan dalam poin saya, dimana akan memulangkan sound system yang sebagian sudah terpasang dan sebagian sudah rusak. “Juga saya akan ganti kerugian dari perhitungan sesuai dengan kesepakatan masing – masing dari awal. Saya juga berharap kepada pihak kepolisian netral dalam kasus ini tidak memihak kepada terlapor maupun pelapor, dari awal para penyidik terbuka kepada saya dan tidak ada intimidasi kepada saya, saya meminta kepada penyidik mempertimbangkan kasus yang menetapkan saya sebagai tersangka ini, karena saya ada itikad baik untuk memulangkan dan mengganti kerugian,”Katanya.

Apalagi penetapan Pasal 378 dan 372 KUHP tidak mendasar, “Karena barangnya ada dan dari segi pembayaran juga ada,”Katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hendri Zainuddin, Presiden Sriwijaya FC

About Widodo

Berkarya untuk lingkungan