Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel, Hj  Fauziah Mawardi Yahya, kunjungan kerja di desa Lembang, Bandung Barat, Selasa (26/10).
Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel, Hj  Fauziah Mawardi Yahya, kunjungan kerja di desa Lembang, Bandung Barat, Selasa (26/10).

Penuhi Hak Penyandang Disabilitas, TP PKK Sumsel Tingkatkan Penguatan Kader RBM

Sindosumsel.com, BANDUNG –  Anak disabilitas memiliki hak-hak mendapatkan perlindungan dari semua pihak yakni perlindungan dari tindakan yang menjuruk pada   diskriminasi, penelantaran, pelecehan, eksploitasi, serta kekerasan dan kejahatan seksual.

“Perlindungan dan pemenuhan hak anak penyandang disabilitas dapat diwujudkan  melalui penguatan kader Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM),” ungkap   Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel, Hj  Fauziah Mawardi Yahya, saat kunjungan kerja di desa Lembang, Bandung Barat, Selasa (26/10).

Pendidikan dan pengembangan pola asuh anak dan remaja sendiri, lanjut Fauziah tertuang dalam program kerja pada pokja 1 TP PKK Sumsel. Untuk itu pihaknya  berusaha untuk melakukan studi kaji  atas kiprah RBM desa Lembang dalam hal pemenuhan hak  para penyandang disabilitas.

“Pendampingan bagi anak penyandang disabilitas (anak berkebutuhan khusus) merupakan kerja sosial dan butuh perjuangan yang konsisten dan terus menerus utamanya bagi para pemangku kebijakan, agar anak penyandang disabilitas memiliki kemampuan menghadapi kehidupan dan menyongsong masa depan layaknya orang normal,” tambahnya.

Baca :  Yudha Pratomo Pimpin Sidang Senat USS Dari Amerika Serikat

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Sri Dustirawati  mengapresiasi kunjungan kerja TP PKK Sumsel ke RBM desa Lembang. Ia menyebut pihaknya siap bekerjasama dengan TP PKK Sumsel untuk meningkatkan penguatan kader RBM.  Selain itu pihaknya juga memberikan pelatihan membatik bagi anak penyandang disabilitas.

“Saat ini tercatat sekitar 5.700 orang anak penyandang disabilitas baik mental maupun fisik di Kabupaten Bandung Barat,” imbuhnya.

Sedangkan Camat Kecamatan Lembang Herman Permadi mengatakan RBM desa Lembang telah berdiri sejak tahun 2012 didukung dengan anggaran desa.

“Lembang tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata saja, namun juga tujuan kaji banding bagi organisasi yang ingin meningkatkan pemberdayaan potensi masyarakat. Pendampingan RBM adalah hal yang mulia karena kerap kali terjadi persepsi masyarakat terhadap anak penyandang disabilitas cenderung negatif,” tandasnya.

Baca :  Restrukturisasi Pimpinan Universitas Bina Darma

Dalam kunjungannya ke Bandung Barat kali ini, Hj  Fauziah Mawardi Yahya menyaksikan langsung proses terapi bagi anak penyandang disabilitas, sekaligus melihat atraksi yang ditampilkan para anak penyandang disabilitas RBM desa Lembang.(*)

About Miftahul Arzaq

Kontributor situs berita SindoSumsel.com. e-mail : mifdarko@gmail.com