Minggu , 24 September 2023

PGRI Bawa Mahasiswa Magang ke Jerman

PALEMBANG,SINDOSUMSEL.COM-1776 mahasiswa dan mahasiswi mengikui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Palembang, Tahun 2023 – 2024, Rabu (13/9/2023) di lapangan Gedung Business and Science Center (BSC).

Dalam acara ini mahasiswa juga diberikan pengenalan tentang perguruan tinggi di era globalisasi, revolusi industry dan society dari Assoc Prof dr Dessy Wardiah, Etika bermedia sosial dari kominfo Sumsel, dan membentuk karakter mahasiswa yang intelektual, anti kekerasan seksual dari dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pemberdayaan masyarakat Kota Palembang, Laily Maulidya S.Stp.Msi.

Pencegahan dan penanggulangan Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, Narkoba dan Paham – paham yang bertentangan dengan ideologi negara oleh Polda Sumsel. Serta bela negara pemahaman hak dan kewajiban dalam upaya bela negara dari Kodam II Sriwijaya, Letkol inf Erwinsyah. Informasi organisasi kemahasiswaan dari MPM, BEM dan Ormawa, lalu penyerahan peserta PKKMB ke Fakultas masing – masing.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc Prof dr H Bukman Lian MM MSI Ciqar dalam jumpa pers kepada wartawan mengatakan, kegiatan PKKMB ini untuk mahasiswa strata 1 dengan jumlah 1776 orang yang daftar mengikuti PKKMB. “Dari total S1 dan S2 ada 1908 orang sampai dengan hari kemarin, dan S2 tidak mengikuti PKKMB. Dan kegiatan ini digelar selama 2 hari, mulai hari ini dan besok,” ujarnya.

Prof dr H Bukman mengatakan, sudah ada mahasiswa yang berangkat ke Jakarta untuk menyelesaikan visa akhir untuk berangkat ke Jerman. “Supaya berangkat ke Jerman betul – betul terkoneksi dengan baik, mulai dari yang memberangkatkan, perjalanan, sampai penerima di Jerman, menempatkan di Jerman, bekerja dan magang di Jerman, sampai akhirnya kembali ke Indonesia ke Kampus PGRI Palembang untuk menyelesaikan kuliah sampai tamat/selesai,” jelasnya.

Bukman menjelaskan, selama dua hari PKKMB ini juga memberikan pembekalan karena dari ribuan yang mengikuti ini ada yang ikut magang ke Jerman. “Selian PKKMB juga kita berikan pembekalan magang, baik magang di daerah, provinsi, kota, Indonesia bahkan Internasional,” katanya.

Bukman mengungkapkan, PGRI Palembang telah menandatangani nota kesepahaman bersama dengan Bupati Banyuasin. “Didalam nota kesepahaman itu, saatnya universitas PGRI Palembang membuka dan diizinkan untuk melakukan pembukaan fakultas kedokteran program studi kedokteran. Disana menyiapkan fasilitas rumah sakit untuk tempat praktek mahasiswa, dan menyiapkan lahan 1 hektar dalam lingkungan rumah sakit untuk dijadikan gedung tempat mahasiswa fakultas kedokteran belajar dan praktek di rumah sakit, jadi satu kawasan,” ungkapnya.

Baca :  Ratusan Siswi Bersaing di Ajang Kompetisi Sains Madrasah

Lanjutnya, Bupati Banyuasin juga menyiapkan tanah 10 hektar untuk pengembangan Kampus Universitas PGRI Palembang sebagai Kampus Banyuasin. “Mohon doa restu pengembangan ini ke depan jauh lebih baik dan sempurna,” tutupnya.

 

Ditanya kiat PGRI Palembang menghindari kekerasan terhadap anak mahasiswa baru, Bukman mengatakan, pihaknya telah memberikan materi kepada mahasiswa baru tentang kekerasan dari Polda Sumsel, Polrestabes Palembang, dan pemberdayaan perempuan dan anak.

Lalu keluarnya peraturan menteri melarang dan tidak diperkenankan adanya kekerasan dan perpeloncoan di Kampus saat PKKMB dan sudah melakukan rapat dengan pimpinan universitas dan fakultas serta dosen dan organisasi mahasiswa. “Intinya ini pengenalan kampus bukan perpeloncoan jadi dilarang keras untuk terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.

Langkah kedua, dilakukan pengelompokan dan diawasi mahasiswa senior dan dosen dari masing – masing fakultas. “Ada panitia umum, pengawas khusus mahasiswa wakil rektor III,” tutupnya.

Ketua BPH PB PGRI pada UPGRIP, dr hj Meilia Rosani SH MH menambahkan, PKKMB PGRI Palembang setiap tahun dapat berjalan dengan lancar, pihaknya melibatkan seluruh stakeholder juga BEM untuk mengawasi dan membimbing mahasiswa baru.

“Kegiatan ini berjalan di dalam Kampus, jadi kita dapat mengawasi setiap saat selama dua hari ini, sehingga PKKMB berjalan dengan lancar,” katanya.

Untuk keinginan Bupati Banyuasin merupakan keinginan baik dan kita menyambut dengan baik. “Tetapi kita akan memutuskan melalui rapat yang terkoordinasi, namun keinginan kami apabila terlaksana wakaf atau pemberian tanah dari Bupati Banyuasin merupakan usaha baik untuk mengembangkan universitas PGRI Palembang,” ujarnya.

saat ini pihak sedang menyelesaikan ijin mendirikan fakultas kedokteran, dan ditawarkan Bupati Banyuasin karena kita menggunakan RSUD disana untuk tempat pendidikan mahasiswa kedokteran. “Kita ditawarkan pak Bupati Banyuasin mendirikan fakultas kedokteran disana, walaupun kita juga sudah mendirikan gedungnya di sini. Namun tidak menutup kemungkinan membuka juga disana, supaya nanti bisa terpadu,” jelasnya.

Masih kata Meilia bahwa, jika ada universitas PGRI di Banyuasin paling tidak masyarakat disana akan sejahtera dan kesehatan merata. “Dokter di Banyuasin sendiri saat ini masih kekurangan,” tutupnya.