Minggu , 23 Juni 2024
Terdakwa menjalani Sidang dengan Agenda saksi dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri khusus klas 1A Palembang (21/12/2023)

Sidang Sopir Truk Tangki Modifikasi , Angkut Solar Ilegal Sebanyak 10.000 liter Menuju Lampung

Palembang, Sindosumsel.com – Welson Ediyanto, Terdakwa perkara pengangkutan minyak olahan ilegal jenis solar, sebanyak 10.000 liter ,menjalani Sidang di Pengadilan Negeri khusus Klas 1A Pada Kamis (21/11/23) pukul 15.15 WIB,

Majelis Hakim Pitriadi SH MH didamping Agus Pancara SH MH memimpin jalan nya persidangan di Pengadilan Negeri Palembang kelas IA khusus, dengan jaksa penuntut umum (JPU) Ki Agus Anwar SH MH dari Kejati Sumsel. Dengan agenda keterangan saksi.

Saksi Ricky sebagai anggota dari Kepolisian meberikan keterangan di persidangan bahwa, perkara minyak olahan ilegal jenis solar itu, berawal dari penghentian sebuah truk BG 8540 B warna kuning yang dikemudikan terdakwa Welson Ediyanto.

“Pemeriksaan kendaran dilaksanakan pada hari
Selasa 19 September 2023 sekitar pukul 21.45 WIB, di Jalan Bay Pass, Alang – alang Lebar, Kecamatan Talang Kelapa. Truk BG 8540 B warna kuning, mengangkut minyak olahan ilegal, jenis solar, dari Desa Keban, Kecamatan Sanga Desa, Muba. Terdakwa disuruh David (DPO),” ungkap saksi.

Baca :  6 Tahun Buronan M Yani Alias Jinggo, Berhasil Diciduk Tim Tabur Kejati Sumsel

“Truk ini menggunakan tangki modifikasi, sebanyak 10 ton. Kata terdakwa mau dibawa ke Lampung untuk dijual lagi. Bosnya itu David alias Mirul masih menjadi (DPO) sampai dengan sekarang. Terdakwa (Welson) diupah sekali jalan Rp 5 juta. Seharusnya baik pengolahan dan izinnya itu urusan bosnya (David),” Ujar saksi.

Mendegar keterangan saksi, Pitriadi meminta saksi untuk segera menangkap bos minyak solar ilegal tersebut untuk pengembangan lebih lanjut, Dimana terdakwa melanggar Pasal 54 UU RI No 22 tahujn 2001 tentang minyak dan gas Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Majelis hakim Agus Pancara SH MH meminta saksi untuk menangkap sang bos minyak solar yang masih menjadi DPO ini. “Sekali – kali bosnya ditangkap, supaya transparan dan objektif,” cetusnya.

Terdakwa membenarkan dan tidak menyangkal keterangan saksi ini. “Benar yang mulia keterangan saksi,” Ujar Welson. “Baik persidangan kita tunda sampai tanggal 4 Januari 2024,” tukas Pitriadi SH MH. (nan)