Oyong Hairudin for DPRD Kota Palembang 2024
Tahun Depan BNN Sumsel dan Satres Narkoba Polrestabes Palembang Bangun Pusat Rehabilitasi dan Tim Khusus
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel Kepala BNN Sumsel Brigjen Joko

Tahun Depan BNN Sumsel dan Satres Narkoba Polrestabes Palembang Bangun Pusat Rehabilitasi Serta Tim Khusus

Palembang,SindoSumsel.Com— Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel Brigjen Joko mengatakan, minimnya orang yang direhabilitasi di sepanjang tahun 2022, membuat pihaknya di tahun depan akan bentuk tim khusus.yakni tim khusus rehabilitasi narkoba.

Berdasarkan usia didominasi kalangan produktif usia 18-35 tahun mencapai 551 orang atau 63 persen. Oleh karena itu, melihat dikitnya warga yang jalani rehabilitasi tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk satuan pemburu rehab yakni mereka nantinya bertugas mencari pecandu yang akan direhab, tentunya tidak terkait kepada jaringan peredaran narkoba.

” Selama ini yang direhab sangat kecil dari jumlah pengguna. Oleh karena itu, kita akan bentuk Tim Pemburu Rehab yakni masyarakat pengguna narkoba namun tidak termasuk dalam jaringan narkoba. Tidak hanya itu saja, kita juga akan mengenakan sanksi pidana bagi keluarga yang tidak berkenan supaya anggota keluarga yang kecanduan tadi untuk direhab. Setidaknya, ke depan semakin kecil jumlah pengguna, maka permintaan akan menurun yang tentu saja akan berpengaruh pada jumlah di lapangan. Ini yang terus kita dorong,”Ujarnya.

Selain itu, di tahun 2022 ada 30 kasus yang berhasil diungkap dengan rincian 35.252,09 gram sabu-sabu, 50 ribuan butir pil ekstasi, 466 gram ganja serta 1000 batang ganja dengan berat capai 70 kg dari salahsatu ladang ganja di Kabupaten Empat Lawang.

“32 pelaku yang diamankan ini, berstatus sebagai bandar, pengedar dan pemakai tersebut dari berbagai daerah di Sumsel. Yang mana, pelaku sendiri merupakan jaringan dari Riau, Aceh, Bangka Belitung, Jambi dan juga Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumsel sendiri,”ujar Kepala BNN Sumsel Brigjen Joko kepada wartawan, Jumat(30/12/2022).

Dikatakannya untuk saat ini, Sumsel sendiri masuk rangking kedua terbesar se-indonesia dengan jumlahnya 359.363 ataupun 5,5 persen.

Baca :  Polisi Tetapkan Perawat RS Muhammadiyah Sebagai Tersangka

“Secara jumlah pengguna narkoba ini mencapai 5,5 persen, dari keseluruhan jumlah penduduk di Sumsel sebanyak mencapai 359.363 pengguna. Angka ini peringkat kedua terbanyak seluruh Indonesia di bawah Sumut tersebut. Untuk itulah, kita nyatakan perang ke bandar, pengedar dan para pengguna tersebut,”Katanya.

Selain itu, untuk barang bukti yang kini diamankan dari para pelaku di jaringan OKI, Bantan OKU Timur, Palembang – Cengal – OKI dan juga jaringan narkoba dari Palembang-Sekayu yang meliputi 35.252,09 sabu, 50 ribuan butir ekstasi dan ganja 466 gram dan 1000 batang ganja dengan berat total 70 Kg asal Empat Lawang. Tidak hanya itu saja, pihaknya juga mengamankan barang bukti lain mencakup 21 unit HP, tiga unit Motor, enam unit mobil dan uang tunai Rp 170 juta.

Atas tindakkan tersebut pihaknya juga terapkan UU Tindak Pidana Pencucian Uang ke para pelaku untuk dimiskinkan. Yakni, pelaku atas nama Edi alias Dit dan Dial Sasmita alias Tika berupa asetnya  meliputi tiga unit mobil Toyota Harrier, Honda Civic dan Toyota Fortuner serta emas 300 gram, uang tunai Rp 386,5 juta dan dua bidang tanah sekaligus jua satu unit rumah yang ada di atas tanah tersebut.

Selain keduanya, pelaku lain yang saat ini dikenakan UU TPPU tidak lain Mirza  dengan aset yang disita oleh negara mencakup uang tunai Rp 100 juta, satu unit mobil dan uangnya yang berada di dalam rekening sebanyak Rp 70 juta. ” Biasanya kalau dipidana dan masuk ke dalam penjara ini tidak berikan secara langsung efek jera ke pelaku. Untuk itu, kalau pelaku yang notabene bandar ini dimiskinkan, tentu mereka akan pikir ribuan kali lipat. Jadi ini yang sekarang ini kita lakukan. Adapun barang bukti ini akan dikembalikan ke kas negara,”Katanya.

Baca :  Terpantau CCTV Pria di Palembang Maling Ayam Bangkok

Barang bukti sabu dan ekstasi ini sendiri, diakuinya sebagian besar didatangkan langsung bandar dari luar negeri Malaysia, Singapura dan China melalui jalur darat dan juga perairan. Sedangkan untuk ganjanya ini, berasal Kabupaten Empat Lawang. Selain ganja, sabu dan ekstasi ini, kata Djoko dirinya juga sedang mengamati narkoba jenis baru yakni Yaba. Yaitu berbentuk pil yang dibuat berbahankan campuran dari kafein dan sekaligus  Methaphetamine.

” Sekarang ini kita sedang awasi Yaba tersebut. Untuk setiap butirnya dijual Rp 700 ribu. Yaba sendiri merupakan narkoba buatan negara segitiga emas atau Golden Triangle tersebut serprti Thailand, Vietnam dan Kamboja. Yang mana untuk di Palembang sejauh ini tidak ada, namun pengawasan nanti akan lebih ditingkatkan. Untuk jalurnya ke Sumsel melalui jalur darat dan juga perairan,” tegasnya.

Yang mana, dikatakan Djoko tersebut, sepanjang tahun 2022 terdapat 2.845 orang di Sumsel jalani rehabilitasi baik di kelola Klinik Pratama BNN maupun yang swasta yang semuanya melalui proses penangkapan baik di tingkatan Kabupaten/Kota, Polres-Polrestabes hingga BNNP Sumsel dan juga Polda Sumsel. Adapun khusus BNNP Sumsel sendiri sebanyak 877 orang. Meliputi 689 mengikuti rehab rawat jalan dan 188 orang lainnya dirujuk ke layanan rehabilitasi lainnya.

Sementara itu Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mohammad Ngajib menuturkan, menanggapi masih tingginya peredaran narkoba di Sumsel atau tertinggi nomor dua se-Indonesia, hal itu telah disiapkan beberapa program oleh pihaknya.

“di tahun 2023 kita akan membuat pusat rehabilitasi narkoba,”Singkatnya.

Hendri Zainuddin, Presiden Sriwijaya FC

About Widodo

Berkarya untuk lingkungan