Aksi unjuk rasa di depan kantor OJK.

Walhi Sumsel Cium Ada Bank Yang Danai Energi Kotor

PALEMBANG,SINDOSUMSEL.COM–Komitmen Indonesia untuk ikut emisi gas rumahkaca hingga Zero emmisions dan ditargetkan sampai dengan tahun 2060 serta diungkapkan Menko Airlangga, nampaknya tak berjalan mlus, Pasalnya masih ada oknum nakal yang mencoba bermain kotor.

Hal tersebut terframing Walhi Sumatera Selatan yang melihat praktek penggunaan energi kotor Batubara dan PLTU,bahkna mendapat dukungan keuangan dari perbangkan

“Kita melihat adanya praktek kotor sejumlah bank yang mencoba masuk kedalam memback up energi Batubara dan PLTU. Padahal telah mengeluarkan beberapa komitmen dan kebijakan lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) terkait pembiayaan berkelanjutan dan juga menjadi anggota First Movers On Sustainable Banking,” ujar Kepala Divisi Kampanye Walhi Sumsel, Febrian Putra kepada wartawan, Senin(14/8/2023).

Dalam Catatan WALHI Sumatera Selatan sepanjang tahun 2023 ini Bank Mandiri dan BNI masih memberikan dukungan atau melalui pinjaman kredit pada sektor pertambangan. Bank Mandiri (BMRI) yang memberikan kredit ke sektor tambang tercatat mencapai Rp. 167 triliun1 dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang memberikan kredit pada sektor pertambangan mencapai Rp 75,38 triliun

Baca :  Sambangi Warga Korban Lilitan Ular, Pemkab Muba Berikan Bantuan

Selain pendanaan pertambangan Bank Mandiri pada tahun 2020 juga terlibat dalam pendanaan Pembangunan PLTU Jawa 9 dan 10 melalui skema Kredit sindikasi. Dalam hal ini perbankan jelas-jelas tidak mengedepankan asas prudential Banking atau kehati-hatian karena dana yang dikelola adalah dana masyarakat yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian bagi masyarakat.

“Lebih baik di Investasi ke yang lain dari pada merusak lingkungan yang berdampak juga ke cuaca eksrim,”katanya.
Ia mengungkapkan, bila tuntutannya tak di indahkan maka pihaknya akan mengajak masyarakat untuk terjun langsung mencapaikan keluhannya. “Kami akan ajak masyarakat untuk terjun langsung bila ini tak di indahkan,”katanya.