Yogyakarta Darurat Sampah

SindoSumsel.com — Sampah kini tengah jadi persoalan di Yogyakarta setelah ada kebijakan pembatasan TPST Piyungan di jalan-jalan kota Yogya.

Terlihat tumpukan sampah dimana-mana, yang mana ini menjadi problem masyarakat sekitar untuk berperan andil mengatasi masalah sampah tersebut. Karena jaga warga memiliki tugas untuk mendeteksi dan mencegah lebih dini untuk mewujudkan ketentraman masyarakat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad mengungkapkan, selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, UU Keistimewaan mengamanatkan menjaga ketenteraman masyarakat. Itulah yang menjadi landasan dibentuknya kelompok Jaga Warga di setiap kampung dan padukuhan di kabupaten/kota di DIY.

“Perannya untuk menyelesaikan konflik sosial, membantu koordinasi dengan pratana sosial dan juga menjadi perwakilan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Peran Jaga Warga banyak sekali,”ujar Noviar kepada wartawan,Selasa(8/8/2023).

Noviar menyebut, sifat gotong-royong di DIY sangat tinggi, dan itu merupakan kearifan lokal yang tak bisa ditinggalkan. Jaga Warga juga memiliki peran untuk menjaga keistimewaan DIY tersebut. Karena saat Yogyakarta sedang darurat sampah maka jaga warga diharapkan ikut berperan aktif.

“Kami memberikan dukungan dengan anggaran Rp26,5 miliar saat itu. Nah saat ini, DIY sedang dihadapkan pada permasalahan sampah, sehingga harapan kami Jaga Warga juga ikut berperan. Kami juga mendorong agar Jaga Warga ini bermitra dengan kalurahan, TNI/Polri, dan kelompok lain untuk menjaga keamanan dan ketertiban,”katanya

Baca :  Satgas Yonif Raider 200/BN Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan, Jaga Warga hadir guna membantu pemerintah dalam upaya menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, sekaligus menjaga ketenteraman masyarakat.

“Di DIY ada banyak kelompok kemasyarakatan yang berhubungan ketenteraman dan ketertiban, ada Linmas, Pancatertib, FKDM, FKPM, dan lainnya. Orangnya ya itu-itu saja, satu orang jabatannya bisa banyak. Ini menunjukkan kesukarelawanan masyarakat sangat tinggi, ” ujar Eko.

Menurutnya, DIY tidak hanya nyaman bagi masyarakatnya, tetapi juga tujuan pelajar di Indonesia, juga tujuan wisata. Sehingga, menjaga keamanan di DIY adalah sebuah keharusan.

“Hal itu bisa diwujudkan melalui peran Jaga Warga. Namun pada saat bersamaan, pemerintah harus menuntaskan masalah kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial,” jelasnya.

Pendampingan dari pemerintah sangat diperlukan untuk ketugasan Jaga Warga. Dukungan pemerintah bisa berupa anggaran, termasuk Dana Keistimewaan dan juga pendampingan.

Untuk mendukung jaga warga ini salah satunya dibagikan HT untuk mendukung tugas tugas jaga warga khususnya cegah dan deteksi dini agar tidak terjadi kerawanan sosial atau konflik. Tahun ini kita alokasikan 1400 HT bagi 170 kelompok jaga warga se Kota Yogyakarta. Hari ini kita bagikan di Kotagede. Jelang tujuh belasan, HT pasti bermanfaat,” kata Eko Suwanto, saat acara Jagongan Jaga Warga di Gedung Madu Nusantara.